Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Mengajak anak mengenal tata surya dan dunia astronomi kini tidak harus melalui buku pelajaran. Di Kutai Kartanegara (Kukar), pengalaman tersebut dapat diperoleh melalui kunjungan ke Planetarium Jagad Raya di Kecamatan Tenggarong.
Berada di Jalan Diponegoro, destinasi wisata edukasi ini menawarkan cara berbeda untuk mengenalkan berbagai pengetahuan tentang luar angkasa. Pengunjung dapat menyaksikan tayangan audio visual di dalam ruang planetarium dengan konsep yang menyerupai pengalaman menonton film di bioskop.
Bagi pelajar, keberadaan Planetarium Jagad Raya menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Sementara bagi keluarga, destinasi ini dapat menjadi alternatif rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan tambahan pengetahuan bagi anak.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ridha Fatrianta, mengatakan Planetarium Jagad Raya memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mencari destinasi dengan unsur edukasi. Menurutnya, jumlah kunjungan ke planetarium cenderung meningkat pada momentum libur sekolah. Tidak hanya berasal dari Kukar, wisatawan dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur juga menjadikan destinasi tersebut sebagai salah satu pilihan kunjungan.
“Objek wisata tersebut sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Kaltim,” kata Ridha Fatrianta, Kamis (13/8/2026).
Sebagai destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kukar, Planetarium Jagad Raya juga menjadi bagian dari pilihan wisata yang terus dipertahankan dan dikembangkan. Pada periode ramai, jumlah pengunjung bahkan dapat mencapai sekitar 360 orang dalam sehari. Untuk menikmati pengalaman wisata tersebut, pengunjung cukup membayar tiket Rp15 ribu bagi dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak.
Harga tiket yang relatif terjangkau membuat planetarium dapat menjadi salah satu alternatif wisata keluarga, khususnya bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan sembari memberikan pengalaman edukatif kepada anak. Namun, seperti sejumlah destinasi wisata lainnya, tingkat kunjungan pada hari biasa masih belum setinggi periode liburan. Kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan turut memengaruhi aktivitas wisata.
Ridha mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga geliat sektor pariwisata. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan potensi destinasi yang dimiliki Kukar.
“Kami menyadari perekonomian sedang tak stabil, namun kami terus berupaya untuk memaksimalkan sektor pariwisata,” ujarnya.
Upaya tersebut sejalan dengan dorongan Dispar Kukar untuk memperluas pilihan destinasi bagi masyarakat, baik melalui objek wisata yang dikelola pemerintah maupun destinasi yang dikembangkan masyarakat dan pihak swasta. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Ivan Ahmad, mengatakan pengembangan berbagai destinasi menjadi bagian penting dalam menjaga pergerakan kunjungan wisata di daerah.
Pada momentum libur sekolah, Pemkab Kukar sebelumnya menargetkan sekitar 20 ribu kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kukar. Meski angka kunjungan libur sekolah belum dihitung secara keseluruhan, tren kunjungan pada periode liburan sebelumnya menunjukkan potensi yang cukup baik.
“Kami belum menghitung secara pasti terhadap tingkat kunjungan pada musim libur sekolah kemarin. Tapi melihat libur Hari Raya Idul Fitri 2026 telah mencapai 14 ribu wisatawan,” kata Ivan.
Dengan karakter wisata yang memadukan rekreasi dan pembelajaran, Planetarium Jagad Raya menjadi salah satu pilihan yang memperkaya wajah pariwisata Kukar. Tidak hanya menawarkan tempat untuk berlibur, destinasi ini memberikan ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk mengenal dunia astronomi melalui pengalaman visual yang lebih menyenangkan.
Keberadaan destinasi seperti Planetarium Jagad Raya sekaligus memperlihatkan bahwa pilihan wisata di Kukar terus berkembang, dengan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
(adv/disparkukar/m/h)









