Mudaetam.com, TENGGARONG – Upaya memperkenalkan potensi pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif. Di tengah perkembangan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari promosi destinasi wisata daerah.
Salah satunya melalui kawasan Jam Bentong, Tenggarong. Menara jam yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon sejarah sekaligus pusat informasi pariwisata atau Tourism Information Center tersebut kini juga didorong menjadi ruang kreatif bagi masyarakat dan konten kreator.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, Dispar Kukar menyediakan fasilitas wifi dan listrik secara gratis yang dapat dimanfaatkan pengunjung maupun kreator untuk membuat dan menyebarluaskan konten tentang pariwisata Kukar.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Andi Widyaningsih, mengatakan perkembangan media digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk turut memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang ada di Kukar.
Menurutnya, promosi pariwisata tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Konten sederhana yang dibuat masyarakat dan kemudian dibagikan melalui media sosial juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi kepada khalayak yang lebih luas.
“Sekarang promosi bisa dilakukan dengan banyak cara. Masyarakat dan para kreator dapat menjadi bagian dari promosi wisata Kukar dengan membuat konten yang menarik dan kemudian membagikannya melalui media sosial,” ujar Wiwi, sapaan akrab Andi, Senin (10/8/2026).
Kehadiran fasilitas pendukung di Jam Bentong diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin beraktivitas maupun menghasilkan konten. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati kawasan Jam Bentong, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan ide kreatifnya.
Tak hanya fasilitas internet dan listrik, kawasan tersebut juga memiliki museum mini yang menyimpan sejumlah koleksi budaya Kutai Kartanegara dan karya seni. Keberadaan museum ini dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus materi tambahan bagi kreator dalam mengemas konten bertema sejarah, budaya dan pariwisata.
“Di sini ada banyak hal yang bisa diangkat menjadi konten. Selain kawasan Jam Bentong, ada juga museum mini yang bisa menjadi referensi untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Kukar,” jelasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Dispar Kukar untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata dengan melibatkan lebih banyak pihak. Terlebih, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan pola promosi yang lebih kolaboratif dan memanfaatkan kekuatan media digital.
Wiwi menegaskan, kesempatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi influencer, youtuber, atau konten kreator profesional. Masyarakat umum yang memiliki minat untuk membuat konten wisata juga dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Tidak harus menjadi influencer atau kreator profesional. Siapa saja yang memiliki ketertarikan dan ingin ikut mempromosikan wisata Kukar, kami persilakan,” katanya.
Meski telah ada sejumlah kreator yang menunjukkan ketertarikan, Dispar Kukar menilai program tersebut masih perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan Jam Bentong sebagai ruang berkegiatan sekaligus menghasilkan karya digital.
Bagi masyarakat maupun kreator yang ingin melakukan pengambilan gambar, koordinasi dapat dilakukan melalui media sosial Visiting Kutai Kartanegara. Koordinasi juga diperlukan apabila aktivitas pembuatan konten dilakukan pada malam hari agar pengelola dapat mempersiapkan akses dan mendukung kelancaran kegiatan.
Dispar Kukar berharap keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan destinasi daerah dapat terus tumbuh. Dengan semakin banyak konten positif yang hadir di ruang digital, potensi wisata Kukar diharapkan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang ikut bergerak. Karena ketika semakin banyak orang mengenalkan wisata Kukar, semakin luas pula informasi tentang destinasi yang kita miliki,” pungkas Wiwi.
Dengan menjadikan Jam Bentong sebagai salah satu ruang kreatif, Dispar Kukar tidak hanya menghadirkan fasilitas publik, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam memperkuat ekosistem promosi pariwisata daerah melalui kreativitas dan kekuatan media digital.
(Adv/Dispar Kukar)









