Mudaetam.com, BALIKPAPAN– Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, S.P., bersama jajaran anggota dewan turun langsung menemui massa aksi unjuk rasa yang memadati halaman Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026). Aksi yang digelar oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Balikpapan bersama ratusan sopir tersebut menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dinilai semakin meresahkan.
Dalam orasinya, perwakilan massa aksi menegaskan bahwa kondisi sulitnya mendapatkan solar telah berdampak langsung pada aktivitas ekonomi para sopir dan distribusi logistik di Kota Balikpapan.
“Kami meminta kejelasan dan solusi konkret. Kelangkaan solar ini sangat mengganggu pekerjaan kami sebagai sopir. Distribusi barang jadi terhambat dan penghasilan kami ikut terdampak,” ujar salah satu perwakilan massa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, S.P., menyampaikan bahwa pihaknya memahami keresahan yang dirasakan masyarakat, khususnya para sopir angkutan.
“Kami hadir di tengah-tengah massa aksi untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi keluhan hari ini akan kami kawal dan tindak lanjuti,” tegasnya di hadapan peserta aksi.
Pertemuan antara DPRD dan massa aksi berlangsung terbuka dan komunikatif. Para mahasiswa dan sopir diberikan ruang untuk menyampaikan tuntutan secara rinci, termasuk desakan agar distribusi BBM subsidi dapat berjalan tepat sasaran dan tidak lagi mengalami gangguan.
Sebagai bentuk keseriusan, pertemuan tersebut ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara DPRD Kota Balikpapan dan perwakilan massa aksi.
“Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah komitmen kami untuk membawa persoalan ini ke ranah teknis dan memastikan ada solusi nyata dari pihak terkait,” ujar Alwi.
Ia juga mengapresiasi sikap massa aksi yang menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai.
“Kami mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang berjalan dengan tertib dan komunikatif. Ini mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” katanya.
Lebih lanjut, Alwi menegaskan bahwa DPRD tidak akan membiarkan persoalan kelangkaan solar berlarut-larut.
“Kami berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh poin kesepakatan ini. DPRD akan terus menjadi jembatan bagi kepentingan masyarakat dan memastikan distribusi solar kembali stabil,” tutupnya. (Jer/H)









