Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Baharuddin Muin, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang berlangsung secara dialogis ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak secara terbuka.
Dalam kegiatan tersebut, Baharuddin Muin turut menghadirkan jajaran camat, lurah, serta perwakilan instansi terkait seperti PTMB, OPD, dan PLN agar setiap aspirasi masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti secara teknis.
“Kami sengaja menghadirkan instansi terkait agar setiap keluhan masyarakat bisa langsung mendapat jawaban yang jelas dan tidak berlarut-larut,” ujar Baharuddin.
Warga Balikpapan Barat pun menyampaikan sejumlah persoalan, terutama terkait infrastruktur dan pelayanan dasar. Mulai dari kondisi jalan rusak, minimnya penerangan jalan umum, hingga tiang listrik yang dinilai membahayakan.
“Kami berharap perbaikan jalan segera dilakukan, lampu jalan ditambah, dan tiang listrik yang membahayakan bisa segera ditertibkan,” ungkap salah satu warga dalam forum tersebut.
Selain itu, keluhan terkait layanan air bersih juga mencuat. Warga menyoroti kualitas air yang kerap keruh serta meminta percepatan sambungan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Air yang kami terima sering keruh. Kami juga berharap ada kemudahan sambungan baru untuk warga yang belum terlayani,” tambah warga lainnya.
Di sektor kesehatan, masyarakat meminta peningkatan pelayanan di Puskesmas serta mempertanyakan progres pembangunan RS Sayang Ibu. Isu lingkungan seperti tumpukan sampah dan ancaman banjir juga menjadi perhatian serius.
“Pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan, dan kami ingin tahu sejauh mana pembangunan RS Sayang Ibu. Selain itu, masalah sampah dan banjir juga harus segera ditangani,” kata warga.
Tak hanya itu, warga juga mengusulkan penataan pedagang kaki lima serta pemasangan CCTV lingkungan guna meningkatkan ketertiban dan keamanan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Baharuddin Muin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh masukan agar masuk dalam prioritas pembangunan.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan jadikan laporan resmi hasil reses untuk dibahas dalam rapat paripurna. Kami akan kawal agar ini menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan kewajiban konstitusional untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kehadiran saya di sini bukan sekadar seremonial. Reses adalah kewajiban kami untuk mendengar langsung, mencatat, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar terwujud,” pungkasnya. (Jer/H)









