Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Balikpapan kembali menghadirkan ruang diskusi inspiratif melalui kegiatan “HIPMI Ngopi” yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 14.00 WITA di Warkop Agam Medan Beller. Kegiatan ini mengusung tema “Menjemput Peluang, Membuka Investasi Pengusaha Pejuang” sebagai upaya memperkuat jejaring dan mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
Acara tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan serta Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), menandai sinergi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan IKN.
Ketua Umum BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah diskusi strategis, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antaranggota. Ia menyampaikan bahwa “HIPMI Ngopi” sekaligus menjadi ajang silaturahmi perdana bagi anggota baru yang bergabung melalui proses perekrutan pada bulan sebelumnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyambut secara langsung rekan-rekan anggota baru HIPMI Balikpapan. Ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi, memperkuat solidaritas, serta membuka peluang kolaborasi usaha di tengah perkembangan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Suadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberanian dalam memulai usaha serta kemampuan membaca peluang di tengah perubahan. Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi para pengusaha untuk bergerak dan menciptakan momentum.
“Yang kita butuhkan hari ini bukan lagi sekadar ide, tetapi keberanian untuk memulai. Bukan menunggu waktu yang tepat, melainkan menciptakan momentum kita sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa peluang usaha saat ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sektor kuliner dan gaya hidup, termasuk berkembangnya bisnis minuman kopi hingga olahraga modern seperti padel. Menurutnya, bisnis yang kuat adalah yang dibangun dari pemahaman dan passion pelakunya.
Lebih lanjut, Muhammad Suadi mengapresiasi peran pemerintah dalam mendorong kemudahan berusaha melalui sistem perizinan yang semakin terintegrasi. “Hari ini pemerintah tidak lagi menjadi penjaga pintu, tetapi telah menjadi pembuka jalan bagi para pelaku usaha untuk berkembang secara legal dan profesional,” katanya.
Dalam konteks daerah, ia menilai posisi Balikpapan sangat strategis dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) dan industri besar seperti Pertamina yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka pasar baru. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha lokal.
“Ini bukan sekadar peluang, tetapi gelombang besar. Kita harus menjadi pelaku yang mengambil peran, bukan hanya penonton,” tegasnya.
Sejumlah narasumber turut hadir memberikan perspektif, di antaranya Revi Citrawaty HS, ST, selaku Koordinator Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Balikpapan, yang memaparkan kemudahan perizinan serta peluang investasi daerah, serta Ferdinand Kana, S.T., M.T, yang mengulas peran strategis pengawasan dan pengembangan investasi di kawasan IKN.
Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Ken Arif Danuharja Ng, dengan menghadirkan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari kalangan pengusaha muda, calon investor, hingga pelaku usaha lokal.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Balikpapan berharap dapat terus berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mempersiapkan pengusaha muda menghadapi peluang besar yang hadir seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara. (H/Jer)









