Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kutai Kartanegara (Kukar) akan dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan potensi wisata dan produk kerajinan daerah kepada para kafilah dari berbagai kabupaten dan kota.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan skema wisata kota atau city tour yang dapat diikuti peserta selama berada di Kukar. Dua lokasi yang masuk dalam rencana kunjungan adalah Museum Mulawarman dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar.
Kepala Bidang Promosi Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan pihaknya akan menawarkan skema kunjungan tersebut kepada masing-masing kafilah.
Untuk kunjungan ke Museum Mulawarman, Dispar Kukar berencana berkoordinasi dengan pengelola agar rombongan peserta dapat memperoleh pelayanan khusus tanpa dipungut biaya.
“Kami juga akan membuat skema city tour dan menawarkannya kepada masing-masing kafilah. Salah satu tujuannya adalah Museum Mulawarman. Kami berencana bersurat kepada pengelola agar kafilah bisa mendapatkan pelayanan kunjungan tanpa dipungut biaya,” ungkap Ivan, Sabtu (31/10/2026).
Selain mengenal sejarah dan budaya daerah melalui museum, peserta juga akan diarahkan mengunjungi Dekranasda Kukar. Lokasi ini diharapkan menjadi kesempatan bagi kafilah untuk melihat berbagai produk kerajinan sekaligus membeli oleh-oleh khas Kukar.
Di sisi lain, Dispar Kukar terus mematangkan persiapan teknis dengan menjalankan tugas sebagai koordinator Liaison Officer (LO) bagi kafilah peserta MTQH. Pendataan sementara mencatat 839 orang dari sembilan daerah, terdiri atas peserta, pelatih, dan ofisial. Data dari Kota Samarinda masih ditunggu untuk melengkapi jumlah keseluruhan.
Koordinasi juga dilakukan terkait akomodasi kafilah. Sejumlah hotel dan fasilitas lain disiapkan sebagai tempat menginap, termasuk Gedung Pramuka, Wisma PKK, Grace House, serta rumah warga sebagai alternatif.
Menurut Ivan, pilihan akomodasi disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing daerah. Sebagian kafilah dapat menggunakan hotel, sementara daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran memiliki alternatif tempat menginap lainnya.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kukar dijadwalkan menggelar ekspose persiapan MTQH pada 3 November 2026. Pertemuan tersebut akan mengundang seluruh kabupaten dan kota untuk membahas berbagai informasi pelaksanaan, mulai dari tema, maskot, susunan acara, hingga rangkaian kegiatan. (adv/disparkukar/m/h)









