Puncak HR Kukar Hijaukan Kawasan Wisata, 100 Pohon Ditanam untuk Jaga Kelestarian Alam

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengembangan wisata alam tidak hanya berbicara tentang daya tarik destinasi, tetapi juga bagaimana kelestarian lingkungan tetap terjaga. Prinsip tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan Hutan Rakyat (HR) Puncak HR di Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui penanaman 100 pohon bersama berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan penghijauan ini melibatkan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Praktik Belajar Lapangan (PBL), Pemerintah Desa Manunggal Jaya, Karang Taruna Buana Remaja, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Fajar Lestari.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi cemara, nangka, dan langsat. Selain menambah vegetasi, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan yang menjadi bagian penting dari potensi wisata desa.

Puncak HR sendiri merupakan salah satu kawasan yang tengah dikembangkan Pokdarwis Fajar Lestari sebagai destinasi wisata berbasis alam. Kawasan ini memiliki potensi yang beragam, termasuk perkebunan alpukat dengan luas sekitar 30 hektare yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, mengatakan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan. Pengelola saat ini masih menyusun tata ruang dan tata letak kawasan agar pengembangan aktivitas wisata dapat berjalan lebih terarah.

“Kami memilih untuk berproses secara bertahap. Saat ini, kami masih menyusun tata ruang dan tata letak kawasan, khususnya di Puncak HR. Kami juga ingin memastikan lingkungan alam tetap terjaga karena kegiatan kami memang berdampingan langsung dengan alam,” ujar Riyan, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, penataan kawasan menjadi bagian penting agar pengembangan wisata tidak mengabaikan karakter alami yang dimiliki Puncak HR. Dengan perencanaan yang matang, kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata sekaligus mempertahankan kelestarian lingkungan.

Tidak hanya berfokus pada potensi alam, Pokdarwis Fajar Lestari juga menyiapkan peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner.

Rencana penerapan tiket masuk dan pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut ditargetkan mulai 2027. Upaya ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan destinasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Di sisi lain, penanaman pohon menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan perawatan dan pemantauan pertumbuhan tanaman. Keberlanjutan kegiatan penghijauan diperlukan agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kawasan dalam jangka panjang.

Kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, komunitas pemuda, dan pengelola wisata menjadi modal penting dalam menjaga potensi Puncak HR. Dengan menggabungkan upaya pelestarian lingkungan, penataan destinasi, dan pemberdayaan UMKM, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi wisata alam yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Desa Manunggal Jaya. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan