Belum Terapkan Tiket Masuk, Wisata Danau Uwis Kukar Masih Benahi Fasilitas

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Destinasi wisata Danau Uwis di Kecamatan Muara Uwis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum menerapkan tiket masuk bagi wisatawan. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu pertimbangan pengelola untuk belum memungut biaya kunjungan.

Ketua Pokdarwis Puluhan Nusa, Medri, mengatakan pengelola ingin memastikan fasilitas dan pelayanan wisata memadai sebelum menerapkan tiket masuk.

“Untuk sekarang tidak ada tiket masuk. Kami merasa belum layak meminta retribusi kalau sarana dan prasarana belum mendukung kenyamanan wisatawan,” ujar Medri, Selasa (15/9/2026).

Saat ini, aktivitas utama yang ditawarkan kepada pengunjung adalah susur sungai dan danau menggunakan perahu. Namun, kegiatan tersebut bergantung pada kondisi air, terutama ketika debit danau menurun.

“Kalau ada pengunjung datang, biasanya kami ajak susur sungai atau danau menggunakan perahu. Namun, kegiatan itu juga bergantung pada kondisi air, karena kalau danau sedang surut, aktivitasnya menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, kawasan tersebut telah memiliki pelabuhan yang pembangunannya pernah diusulkan pihak kecamatan sekitar 2024. Meski demikian, Medri menilai fasilitas pendukung lainnya masih perlu ditingkatkan agar kebutuhan pengunjung dapat terpenuhi.

“Pelabuhan memang sudah ada, tetapi fasilitas pendukung untuk kegiatan wisata masih perlu dibenahi. Jadi, pengembangan tidak cukup hanya dengan menyediakan satu fasilitas, melainkan harus melihat kebutuhan pengunjung secara keseluruhan,” katanya.

Menurut Medri, penerapan tiket masuk nantinya perlu disertai kesiapan pelayanan dan aturan operasional yang jelas. Karena itu, pengembangan destinasi tidak hanya membutuhkan penambahan fasilitas, tetapi juga pengelolaan yang lebih terarah.

Di sisi lain, Pokdarwis Puluhan Nusa masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk mengembangkan kawasan wisata. Kelompok tersebut menjalankan kegiatan operasional di lapangan, sedangkan kebutuhan pembangunan fasilitas memerlukan dukungan pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain susur danau, kawasan Danau Uwis memiliki potensi wisata edukasi melalui kunjungan ke kebun jagung dan peternakan kerbau. Namun, kegiatan tersebut masih bersifat musiman dan belum menjadi paket wisata yang berjalan rutin.

“Di sekitar sini ada kebun jagung dan peternakan kerbau yang berpotensi menjadi bagian dari wisata edukasi. Hanya saja, kegiatannya belum bisa dilakukan setiap saat, sehingga perlu dipikirkan bagaimana mengembangkannya menjadi daya tarik tambahan,” ungkap Medri.

Kondisi air danau yang surut juga membuat pilihan aktivitas wisata menjadi terbatas. Pengembangan kegiatan alternatif dinilai penting agar pengunjung tetap memiliki pilihan ketika susur danau tidak memungkinkan dilakukan.

Untuk mendukung kebutuhan wisatawan, di sekitar kawasan juga terdapat satu rumah yang disiapkan sebagai homestay serta penginapan reguler. Keberadaan akomodasi tersebut menjadi salah satu fasilitas pendukung, meski pengembangan destinasi secara keseluruhan masih membutuhkan pembenahan.

Medri berharap pemerintah desa, BUMDes, dan Pokdarwis dapat memperkuat koordinasi dalam menentukan prioritas pengembangan, mulai dari peningkatan fasilitas hingga penambahan aktivitas wisata.

“Harapannya, semua pihak bisa bersama-sama melihat apa yang masih kurang dan apa yang perlu diprioritaskan,” tutupnya. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait