Tragedi Truk Tangki di Projakal Jadi Momentum Evaluasi Sistem Keselamatan Angkutan

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki BBM di Jalan Projakal, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, dinilai harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan angkutan di Kota Balikpapan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menyusul insiden yang diduga dipicu kegagalan fungsi pengereman dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Menurut Syarifuddin, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan semata, tetapi harus menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas pengawasan kendaraan angkutan, khususnya kendaraan berat yang setiap hari melintasi jalan-jalan utama di Balikpapan.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah perlu mengevaluasi sistem pengawasan kendaraan agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Ia menilai evaluasi perlu dilakukan mulai dari pelaksanaan uji berkala kendaraan (uji KIR), pemeriksaan kondisi teknis kendaraan, hingga pengawasan terhadap kendaraan yang masuk dari luar daerah. Seluruh kendaraan angkutan, kata dia, harus dipastikan memenuhi standar keselamatan sebelum diizinkan beroperasi.

Syarifuddin juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan yang diduga sudah tidak layak jalan, namun tetap beroperasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih di ruas-ruas jalan yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan tajam.

Selain itu, ia meminta Dinas Perhubungan memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan yang masuk melalui pelabuhan.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya menyangkut kelayakan teknis kendaraan, tetapi juga harus mencakup kepatuhan terhadap batas muatan agar tidak terjadi overload yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

Ia menambahkan, sejumlah titik di Balikpapan seperti kawasan Kilometer 3, Kilometer 5, tanjakan depan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), hingga tanjakan Mazda selama ini kerap menjadi lokasi kendaraan mogok maupun kecelakaan. Karena itu, pengawasan terhadap kendaraan yang melintasi jalur-jalur tersebut perlu ditingkatkan.

“Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap kendaraan yang sebenarnya sudah tidak layak beroperasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Syarifuddin berharap pemerintah daerah bersama kepolisian dan instansi terkait dapat menjadikan tragedi di Projakal sebagai titik awal pembenahan sistem keselamatan transportasi di Balikpapan.

Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat, penegakan aturan secara konsisten, serta evaluasi berkala terhadap kendaraan angkutan merupakan langkah penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan melindungi keselamatan masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan