Depo Kontainer Km 13 Dinilai Jadi Solusi Parkir Liar Truk, Yusri: Jangan Sampai Dikelola Pihak Lain

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Rencana pembangunan depo kontainer di kawasan Kilometer 13 terus mendapat dukungan dari DPRD Kota Balikpapan. Fasilitas tersebut dinilai tidak hanya menjadi solusi atas maraknya parkir liar truk kontainer di sejumlah ruas jalan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam membenahi sistem logistik di Kota Balikpapan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengatakan keberadaan depo kontainer sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat aktivitas kendaraan angkutan barang di Balikpapan terus meningkat.

“Selama ini truk-truk kontainer banyak yang parkir di badan jalan. Kondisi itu tentu mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Karena itu, depo kontainer harus segera direalisasikan,” kata Yusri kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, depo kontainer bukan sekadar menyediakan lahan parkir bagi kendaraan angkutan barang, melainkan menjadi pusat penataan logistik yang lebih tertib dan terintegrasi.

“Ini bukan hanya tempat parkir. Depo kontainer akan menjadi bagian dari sistem logistik Balikpapan sehingga distribusi barang bisa lebih tertata dan efisien,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, proses pematangan lahan di kawasan Kilometer 13 saat ini masih terus dilakukan. Meski pembangunan belum rampung, lahan tersebut sudah dapat dimanfaatkan sebagai lokasi parkir sementara dengan kapasitas sekitar 70 unit truk kontainer.

“Lahannya sedang dipersiapkan. Sambil menunggu pembangunan selesai, lokasi itu sudah bisa digunakan untuk menampung sekitar 70 truk sehingga perlahan dapat mengurangi parkir liar di jalan,” jelasnya.

Ia juga menekankan agar depo kontainer tetap menjadi aset milik Pemerintah Kota Balikpapan dan tidak dialihkan pengelolaannya kepada pihak lain. Menurutnya, pengelolaan oleh pemerintah akan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi daerah.

“Harapan kami depo ini tetap menjadi aset pemerintah kota. Kalau dikelola sendiri, manfaatnya akan kembali ke daerah dan bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah,” tegas Yusri.

Ia menyebut, apabila beroperasi secara optimal, depo kontainer diperkirakan mampu menyumbang PAD hingga sekitar Rp100 miliar setiap tahun. Sementara kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp175 miliar dan dinilai masih memungkinkan untuk dibiayai melalui APBD Kota Balikpapan.

“Potensi pendapatannya cukup besar. Dengan investasi pembangunan sekitar Rp175 miliar, kami optimistis depo kontainer ini bisa menjadi salah satu aset yang memberikan kontribusi signifikan bagi PAD sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Balikpapan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan