Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan upaya Komisi II DPRD Kota Balikpapan untuk memperjuangkan program-program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah penambahan anggaran pembukaan lahan padi di Kelurahan Tritip yang menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Murni Tahun 2027.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan mengatakan pembahasan anggaran bersama organisasi perangkat daerah (OPD) difokuskan pada penyusunan skala prioritas program di tengah ruang fiskal yang terbatas. Karena itu, setiap OPD diminta melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dianggap kurang mendesak agar anggaran dapat dialihkan ke program yang lebih strategis.
Menurutnya, pembukaan lahan padi di Tritip menjadi salah satu program yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan kelompok tani.
Dalam pembahasan bersama Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3), kebutuhan anggaran untuk membuka tambahan sekitar 10 hektare lahan pertanian di Tritip diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Namun, pagu indikatif yang tersedia dalam APBD 2027 hanya sebesar Rp300 juta.
“Kondisi anggaran saat ini memang terbatas. Pagu yang sudah ditetapkan tidak bisa ditambah lagi, sehingga solusi yang bisa dilakukan adalah melakukan pergeseran anggaran dari program yang kurang prioritas ke program yang lebih mendesak,” ujar Fauzi kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Atas dasar itu, Komisi II meminta DP3 melakukan penyisiran anggaran internal dengan memilah program berdasarkan tingkat urgensinya. Langkah tersebut dilakukan agar program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap dapat dijalankan meski dalam kondisi fiskal yang ketat.
Dari hasil pembahasan, Komisi II bersama DP3 akhirnya menyepakati peningkatan anggaran pembukaan lahan padi di Tritip menjadi sekitar Rp700 juta. Nilai tersebut memang belum memenuhi seluruh kebutuhan yang diusulkan, namun dinilai cukup untuk mendukung tahap awal pengembangan lahan pertanian baru.
Selain sektor pertanian, Komisi II juga menaruh perhatian pada sejumlah program lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pengadaan bibit, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan perikanan, bioflok, serta dukungan bagi nelayan.
DPRD berharap optimalisasi dan pergeseran anggaran dapat menjadi solusi agar program-program prioritas tetap terlaksana tanpa membebani kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus mendukung target pembangunan Kota Balikpapan pada tahun 2027.









