Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Persoalan infrastruktur lingkungan yang memicu banjir hingga ancaman jalan amblas kembali menjadi sorotan dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, S.E., di kawasan Perumnas, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan serap aspirasi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan, Camat Balikpapan Utara, Lurah Batu Ampar, Ketua LPM, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna memastikan berbagai persoalan warga dapat langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendesak mulai dari banjir akibat terganggunya saluran air, longsoran yang menutup parit, hingga kondisi jalan lingkungan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.
Warga RT 06 mengeluhkan banjir yang disebut muncul setelah adanya perbaikan jembatan di kawasan tersebut. Sementara itu, masyarakat RT 17 meminta normalisasi parit yang tertutup longsor karena menyebabkan air meluap hingga merendam kawasan RT 18.
Selain itu, warga RT 16 juga meminta pemerintah melanjutkan pembangunan siring sungai sebagai upaya mitigasi banjir jangka panjang.
“Kalau parit tidak segera dibersihkan dan siring sungai tidak diteruskan, air terus meluap ke pemukiman warga. Kami berharap ini segera menjadi prioritas pemerintah,” ujar salah seorang warga dalam sesi dialog.
Warga mengusulkan peninggian jalan di Gang Rahayu RT 06 serta perbaikan ruas jalan di RT 18 yang mengalami rongga pada bagian bawah jalan.
“Jalan di RT 18 itu sangat rawan. Kalau terus dilewati kendaraan berat, kami khawatir bisa amblas sewaktu-waktu,” ungkap warga lainnya.
Tak hanya infrastruktur jalan dan drainase, warga juga menyoroti banyaknya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di RT 18 serta kebutuhan pemasangan lampu jalan baru di RT 17 demi menunjang keamanan lingkungan pada malam hari.
Di sektor kesehatan, masyarakat RT 09 turut mengusulkan pembangunan Posyandu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita di kawasan tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Japar Sidik menegaskan bahwa seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang wajib mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
“Persoalan yang bapak dan ibu sampaikan hari ini, mulai dari ancaman jalan amblas, perbaikan parit dan siring untuk mitigasi banjir, hingga urgensi pemenuhan fasilitas PJU serta Posyandu, merupakan pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak,” tegas Japar Sidik.
Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan diperjuangkan agar menjadi prioritas program pemerintah.
“Kami secara kelembagaan di DPRD akan memastikan seluruh catatan kritis ini diformulasikan ke dalam pokok-pokok pikiran dewan. Kami juga akan mendesak dinas teknis terkait agar segera melakukan intervensi dan memprioritaskan alokasi anggarannya,” lanjutnya.
Menurut Japar, penataan lingkungan di Kelurahan Batu Ampar harus dilakukan secara terukur agar persoalan banjir, kerusakan jalan, hingga minimnya fasilitas dasar tidak terus berulang setiap tahun.
Seluruh hasil dialog dalam agenda reses tersebut selanjutnya akan dihimpun dalam laporan resmi DPRD Kota Balikpapan untuk dikawal hingga tahap realisasi program oleh Pemerintah Kota Balikpapan. (Jer/H)









