Dari Air Keruh hingga Banjir Graha Indah: Hj. Kasmah Kawal Tuntutan Krisis Layanan Dasar Warga Balikpapan Utara

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Persoalan layanan dasar masyarakat kembali mencuat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj. Kasmah, S.Sos., di Jalan Taman Sari RT 20 No. 28, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Jumat (1/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan mulai dari kualitas air PDAM yang keruh, kerusakan jalan lingkungan, minimnya penerangan jalan umum (PJU), hingga ancaman banjir yang terus menghantui kawasan permukiman.

Kegiatan reses kali ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang disambut antusias oleh ratusan warga.

Dalam sambutannya, Hj. Kasmah menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas, melainkan momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan masyarakat di lapangan.

“Setiap aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan perjuangkan. Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, tetapi memastikan persoalan masyarakat benar-benar mendapat perhatian dan tindak lanjut,” ujar Hj. Kasmah di hadapan warga.

Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti warga adalah buruknya layanan air bersih. Selain proses pemasangan sambungan baru PDAM yang dinilai berbelit, masyarakat juga mengeluhkan kondisi air yang sering keruh dan tidak layak digunakan secara maksimal.

“Air yang mengalir ke rumah warga sering keruh. Ditambah lagi, pengajuan sambungan baru sangat sulit dan memakan waktu lama. Ini sangat menyulitkan masyarakat,” ungkap salah seorang warga saat sesi dialog.

Selain itu, kerusakan jalan lingkungan yang belum tertangani secara menyeluruh turut menjadi perhatian. Warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum meski usulan telah berulang kali diajukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan lampu jalan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Kondisi jalan gelap dan cukup rawan saat malam hari,” keluh warga lainnya.

Permasalahan drainase yang buruk juga menjadi sorotan utama dalam reses tersebut. Warga menyebut kawasan mereka kerap dilanda banjir setiap kali hujan deras turun akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal.

Tidak hanya itu, masyarakat RT 20 juga meminta perhatian terhadap pembangunan fasilitas Posyandu guna menunjang pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, anak, dan lansia di lingkungan mereka.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj. Kasmah memastikan seluruh usulan warga akan dikawal secara serius melalui mekanisme kelembagaan DPRD.

“Tuntutan mengenai perbaikan kualitas layanan PDAM, normalisasi drainase untuk menanggulangi banjir, pembenahan jalan lingkungan, hingga pembangunan Posyandu merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera diprioritaskan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh hasil reses akan dituangkan dalam laporan resmi dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan agar dapat masuk dalam program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kami akan mengawal ketat seluruh aspirasi ini dan mendesak pemerintah kota agar segera mengalokasikan anggaran untuk penanganan nyata di lapangan,” pungkas Hj. Kasmah. (Jer/H)

Pos terkait