Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Lomba layang-layang hias berpeluang kembali digelar di Kecamatan Muara Uwis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menghidupkan kegiatan masyarakat sekaligus menambah daya tarik wisata Danau Uwis.
Ketua Pokdarwis Puluhan Nusa, Medri, mengatakan kegiatan tersebut terakhir kali diselenggarakan pada 2024. Saat itu, pelaksanaannya menggunakan dana operasional kelompok yang disisihkan untuk membiayai kegiatan.
“Kalau tidak salah, kegiatan terakhir dilaksanakan pada 2024. Anggarannya berasal dari dana operasional Pokdarwis yang kami sisihkan untuk kegiatan tersebut,” ujar Medri, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, lomba layang-layang hias menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan menampilkan kreativitas.
Jika kembali dilaksanakan, lomba itu juga berpotensi melengkapi daya tarik wisata Danau Uwis yang selama ini mengandalkan keindahan alam dan aktivitas susur danau.
Meski demikian, Medri mengatakan pelaksanaan kembali kegiatan tersebut masih memerlukan pembahasan dan persiapan. Kesiapan anggota serta ketersediaan anggaran menjadi sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum kegiatan masuk dalam agenda berikutnya.
“Kalau kegiatan seperti itu bisa dilaksanakan lagi, tentu masyarakat bisa kembali terlibat. Namun, perlu dibicarakan dan dipersiapkan bersama agar pelaksanaannya berjalan baik,” katanya.
Dari sisi sumber daya manusia, Pokdarwis Puluhan Nusa awalnya memiliki sekitar 20 anggota, kemudian bertambah hingga hampir 40 orang. Namun, sebagian anggota kini memiliki kesibukan kuliah dan bekerja sehingga tidak seluruhnya dapat terlibat aktif dalam kegiatan kelompok.
Medri menilai, koordinasi dan pembagian tugas diperlukan agar program yang direncanakan dapat dipersiapkan sesuai kemampuan kelompok.
“Anggota yang ada tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan. Harapannya, koordinasi bisa terus diperkuat supaya ketika ada program yang akan dilaksanakan, persiapannya lebih mudah,” jelasnya.
Selain penguatan internal, peluang kerja sama dengan pemerintah desa dan pihak terkait juga dapat dibahas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut diperlukan agar rencana acara sesuai dengan kebutuhan lapangan dan kemampuan anggaran.
Medri berharap kegiatan masyarakat dapat kembali berkembang dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Muara Uwis kepada pengunjung. (adv/disparkukar/m/h)









