Pokdarwis Benua Raya Andalkan Kolaborasi untuk Promosikan Wisata Gua Sanggulan

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Destinasi wisata gua yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya di Desa Sanggulan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mencatat perkiraan kunjungan 10–15 orang per bulan. Untuk meningkatkan jumlah wisatawan, pengelola membuka peluang kerja sama dengan komunitas dan penyedia perjalanan wisata.

Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan jumlah kunjungan masih berfluktuasi. Wisata gua di Desa Sanggulan lebih banyak menarik pengunjung yang memiliki minat terhadap alam dan aktivitas petualangan.

“Jumlah kunjungan tidak menentu. Kadang dalam satu minggu ada tiga atau empat pengunjung, tetapi pada waktu lain bisa berbeda,” ujar Sopian, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, karakter wisata gua sebagai destinasi minat khusus turut memengaruhi jumlah pengunjung. Berdasarkan perkiraan pengelola, kunjungan rata-rata berada di kisaran 10–15 orang setiap bulan.

Meski jumlahnya belum stabil, Pokdarwis Benua Raya pernah menerima rombongan wisatawan dalam jumlah lebih besar melalui kerja sama dengan penyedia perjalanan Borneo Venture.

“Kami pernah menerima rombongan sekitar 50–80 orang ketika bekerja sama dengan Borneo Venture,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut turut membuka peluang kunjungan lanjutan. Sopian menyebutkan, beberapa pengunjung yang sebelumnya mengikuti kegiatan bersama rombongan kemudian kembali datang dengan mengajak teman-teman mereka.

“Setelah kegiatan tersebut, ada pengunjung yang kembali datang bersama teman-temannya,” katanya.

Melihat peluang itu, Pokdarwis Benua Raya terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan pihak ketiga maupun komunitas yang ingin mengadakan perjalanan wisata ke kawasan gua. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu memperluas promosi sekaligus menjangkau kelompok wisatawan yang sesuai dengan karakter destinasi.

“Karena itu, kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan pihak ketiga maupun komunitas yang ingin mengadakan perjalanan wisata ke gua. Kalau ada komunitas yang ingin membawa rombongan, kami menyambut baik dan siap menjajaki kerja sama,” tutur Sopian.

Namun, peningkatan kunjungan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan destinasi. Sebelumnya, pengelola menyampaikan bahwa aktivitas susur gua hingga ke bagian dalam ditutup sementara karena debit air sedang rendah.

Karena itu, informasi mengenai kondisi gua dan aktivitas yang dapat dilakukan perlu dipastikan sebelum kunjungan berlangsung. Dengan promosi dan kolaborasi yang disertai penyesuaian terhadap kondisi lapangan, Pokdarwis berharap wisata gua Desa Sanggulan dapat menjangkau lebih banyak pengunjung. (adv/disparkukar/m/h)

Pos terkait