Ekonomi Kreatif Kukar Kian Beragam, Motor Modifikasi Ikut Jadi Ruang Kreativitas

Mudaetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Suara musik reggae bukan satu-satunya daya tarik Kukar Reggae Fest 2026. Di tengah gelaran yang berlangsung di Taman Musik Tenggarong, kreativitas juga hadir melalui deretan motor modifikasi yang dipamerkan dan dilombakan.

Perpaduan musik, otomotif, komunitas, hingga aktivitas pelaku usaha tersebut memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara (Kukar) terus menemukan ruang-ruang baru untuk berkembang.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari semakin luasnya cakupan subsektor ekonomi kreatif. Kreativitas masyarakat kini tidak hanya tumbuh melalui seni dan pertunjukan, tetapi juga merambah berbagai bidang yang memiliki nilai kreativitas dan ekonomi.

Kepala Dispar Kukar Awang Agus Darmawan mengatakan, perkembangan subsektor ekonomi kreatif membuka ruang lebih besar bagi berbagai aktivitas kreatif masyarakat, termasuk dunia otomotif dan modifikasi kendaraan.

“Iya. Sebelumnya terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif, kemudian berkembang menjadi 21 subsektor dengan penambahan empat subsektor,” kata Awang Agus, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, perkembangan tersebut turut memberi ruang bagi aktivitas yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. Motor modifikasi, misalnya, tidak hanya dilihat sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai hasil kreativitas yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

“Salah satunya mencakup kegiatan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor, termasuk motor modifikasi. Jadi, motor-motor modifikasi dan berbagai bentuk kreativitas terkait kendaraan sekarang juga masuk dalam subsektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebuah kegiatan komunitas dapat menjadi wadah bertemunya berbagai pelaku ekonomi kreatif.

Kukar Reggae Fest 2026 menjadi salah satu contohnya. Musik menjadi daya tarik utama, sementara kontes motor modifikasi menghadirkan komunitas otomotif. Di sisi lain, keramaian pengunjung turut menciptakan peluang bagi pedagang dan pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Menurut Awang, dampak kegiatan tidak berhenti pada panggung pertunjukan. Pergerakan pengunjung selama acara juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperoleh tambahan pendapatan.

“Selain itu, kegiatan seperti ini juga memberikan dampak kepada UMKM. Biasanya ada pedagang kecil dan pelaku usaha lainnya yang ikut berjualan di sekitar kegiatan,” ujarnya.

Selama dua malam pelaksanaan Kukar Reggae Fest 2026, aktivitas perdagangan terlihat ikut bergerak seiring dengan ramainya pengunjung. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa event berbasis komunitas dapat memberikan efek ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, selama dua malam pelaksanaan kegiatan ini, mereka mendapatkan tambahan penghasilan,” tuturnya.

Awang menegaskan, Dispar Kukar melalui bidang ekonomi kreatif terus memberikan perhatian terhadap perkembangan berbagai subsektor. Potensi tersebut dinilai perlu terus dipetakan dan dikembangkan agar kreativitas masyarakat dapat tumbuh menjadi aktivitas yang memiliki nilai ekonomi.

“Pastinya. Di Dinas Pariwisata ada bidang ekonomi kreatif. Jadi, kami juga memberikan perhatian terhadap perkembangan subsektor tersebut,” jelasnya.

Ke depan, kegiatan berbasis komunitas diharapkan dapat semakin berkembang dengan melibatkan lebih banyak pelaku kreatif, komunitas, serta usaha lokal.

Bagi Pemkab Kukar, geliat seperti Kukar Reggae Fest dapat menjadi contoh bagaimana satu kegiatan mampu menghadirkan manfaat yang berlapis. Musik menjadi ruang ekspresi, otomotif menjadi wadah kreativitas, komunitas menjadi penggerak kegiatan, sementara kehadiran pengunjung ikut membuka peluang bagi UMKM dan pelaku usaha di sekitarnya.

Dengan semakin beragamnya ruang kreativitas tersebut, ekonomi kreatif Kukar tidak hanya tumbuh di atas panggung, tetapi juga bergerak melalui karya, komunitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (adv/disparkukar/M/H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan