Wujudkan Balikpapan Miniatur Indonesia, Pemkot Berencana Jadikan Gebyar Budaya Agenda Rutin

Mudaetam.com, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Gebyar Budaya Nusantara yang memadati Lapangan Tennis Indoor BJBJ pada Sabtu malam (18/4/2026). Perhelatan ini dinilai bukan sekadar hiburan, melainkan langkah konkret dalam menjaga kelestarian budaya bangsa di tengah modernisasi.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bagus Susetyo menegaskan pentingnya upaya nguri-uri atau melestarikan budaya Nusantara sebagai fondasi identitas kota. Beliau menyebut Balikpapan sebagai “Miniatur Indonesia”, di mana keberagaman suku dan budaya hidup berdampingan dengan harmonis.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengapresiasi kegiatan ini. Alhamdulillah, hingga saat ini Balikpapan tetap kondusif tanpa konflik horizontal. Inilah kekuatan kita yang harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui persatuan,” ujar Wakil walikota Bagus susetyo.

Edukasi Budaya dan Hiburan Rakyat
Acara yang menampilkan ragam kesenian, mulai dari Jaranan Buto hingga tarian khas Dayak Kalimantan Timur, menyedot perhatian ratusan warga. Bagus menilai perpaduan lintas budaya ini merupakan sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda agar lebih mengenal akar budayanya.

Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, beliau mengusulkan agar penyelenggaraan di masa mendatang dapat dialihkan ke lokasi yang lebih luas, seperti BSCC Dome.
“Ke depan, kita upayakan di tempat yang lebih representatif agar jangkauan penonton lebih luas dan kenyamanan masyarakat terjaga,” tambahnya.

Sinergi Budaya dan Ekonomi Kerakyatan
Tak hanya fokus pada seni pertunjukan, Gebyar Budaya Nusantara ini juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Pemkot Balikpapan mendorong setiap pengunjung untuk turut memberikan dukungan nyata bagi ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap pengunjung tidak hanya menonton, tapi juga berpartisipasi membeli produk UMKM. Dengan begitu, ada manfaat ekonomi langsung yang dirasakan oleh para pelaku usaha kita,” jelasnya.

Komitmen Menjadi Agenda Rutin
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat toleransi, Pemerintah Kota berencana mematenkan kegiatan serupa menjadi agenda rutin. Rencananya, setiap paguyuban daerah, mulai dari seni Hudoq, tarian Dayak, hingga kesenian dari Paguyuban Banjar, akan diberikan panggung secara bergiliran.

Menutup arahannya, Bagus Susetyo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat semangat gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai cerminan warga kota yang beradab.

“Ini adalah hiburan gratis dan edukatif untuk warga. Mari kita jaga Balikpapan agar tetap nyaman, toleran, dan selalu bangga dengan kekayaan budayanya,” pungkas beliau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan